Investasi Singapura ke Indonesia agar Tangani Limbah Plastik

Investasi Singapura ke Indonesia untuk membuat inovasi daur ulang sampah sebagai penanganan limbah plastik. Investasi ini dilakukan oleh Circulate Capital yang merupakan perusahaan manajemen investasi Singapura.

Perusahaan tersebut berinisiatif memberikan modal untuk melakukan inovasi bagi perusahaan dan UMKM dalam memerangi sampah plastik, khususnya di laut. Circulate Capital juga berinvestasi kepada perusahaan lain.

Misalnya saja Prevented Ocean Plastic Southeast Asia yang merupakan bentuk investasi Singapura ke Indonesia. Perusahaan ini merupakan kerja sama antara Bantam Materials Ltd, PT Pelindo, dan Circulate kapital.

Hal ini dilakukan sebagai visi dai Circulate Capital yang ingin memerangi perubahan iklim. Cara yang mereka gunakan adalah memajukan ekonomi sirkular netral carbon.

Dengan sistem tersebut, mereka menciptakan mata rantai pengelolaan limbah plastik yang sangat inovatif. Sehingga, mereka ingin memperluas jaringannya ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Gambaran Investasi Singapura ke Indonesia dalam Daur Ulang Limbah Plastik

Pendanaan dari Circulate Capital, nantinya akan dikelola oleh Prevented Ocean Plastic Southeast Asia. Mereka merencanakan untuk membangun infrastruktur pengumpulan dan proses daur ulang plastik di beberapa wilayah.

Wilayah yang menjadi incaran investasi Singapura ke Indonesia ini adalah pesisir luar Jawa. Khususnya adalah Kalimantan dan Sulawesi. Secara rinci, kami sudah merangkum poin-poinnya berikut ini:

  1. Membuat 12 pusat pengumpulan limbah plastik dengan 3 pusat agregasi berskala lebih besar.
  2. Menghasilkan produk komoditas plastik daur ulang berkualitas tinggi, bersertifikat resmi, dan bisa tertelusur untuk keperluan pasar global di masa mendatang.
  3. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, sosial, hingga ekonomi pada semua mata rantai. Mulai dari pengepul plastik hingga ke konsumen akhir.
  4. Investasi Singapura ke Indonesia dalam bidang pemberdayaan sampah plastik ini juga diharapkan mampu membuat proses logistik dan pengumpulan limbah lebih ramping. Sehingga, lebih hemat biaya dan lebih efisien.
  5. Semua proses akan disertifikasi oleh pihak Prevented Ocean Plastic. Hal ini dilakukan agar memperoleh akses ke pasar bebas. Selain itu, agar komoditas plastik yang dihasilkan memperoleh harga premium.
  6. Program ini mampu mencegah pelepasan 400.000 ton limbah plastik ke laut dalam periode 10 tahun. Sehingga bisa mencegah 800.000 ton emisi CHG dan kerennya lagi bisa menciptakan 1000 lapangan kerja.
  7. Sumber pendapatan pengepul plastik juga lebih banyak dan bisa memberikan penghasilan kepada ribuan pengepul.
Baca Juga :   Tutorial Forex, Dasar-dasar Analisis Forex

Kenapa Program Daur Ulang Limbah Plastik Penting di Indonesia?

Investasi Singapura ke Indonesia memiliki beberapa alasan spesifik. Hal ini yang menjadi dasar pentingnya ada pengolahan limbah plastik di Indonesia. Alasan utamanya adalah karena pertumbuhan populasi di Indonesia tinggi.

Sehingga, tentu memberi kontribusi besar atas pemakaian plastik. Jika tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan sampah plastik di laut semakin besar dan berbahaya untuk lingkungan.

Tidak hanya itu, bahkan sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim. Sehingga, Indonesia sangat memerlukan infrastruktur pengelolaan limbah plastik yang lebih baik lagi degan program investasi Singapura ke Indonesia.

Untuk pengolahan sampah plastik di Pulau Jawa jauh lebih baik. Terutama di Jakarta dan surabaya yang merupakan kota besar. Hal ini berkebalikan di kota-kota kecil di luar Pulau Jawa.

Pembangunan infrastruktur masih minim, terutama pengelolaan sampah. Sehingga, tingkat polusi berupa limbah plastik lebih tinggi. Bahkan, dampak dari limbah tersebut emisi gas rumah kasa udara juga semakin tinggi.

Hal tersebut yang menjadi alasan pentingnya pembangunan infrastruktur ini dilakukan di luar Jawa. Dengan demikian, wilayah di luar pulau jawa juga bisa merasakan berbagai infrastruktur tersebut dan dapat melestarikan lingkungannya.

Saat ini indonesia menjadi tempat investasi yang cukup menjanjikan. Salah satunya dalam bidang sampah plastik seperti yang dilakukan oleh Circulate Capital sebagai perwakilan investasi Singapura ke Indonesia.